Yonle:

let's talk about politics

spesifiknya kejadian di Jepang saat ini dengan 50 ribu imigran dari India.

gw terus terang aja sih,

Saya rasa tindakan yang diambil oleh pemerintahan jepang dilakukan tanpa persetujuan penuh dari rakyat,

Atau mungkin inilah efek dimana rakyat tidak banyak fokus pada politik yang ujung-ujungnya menjadi begini

> Jepang memiliki tingkat partisipasi politik yang relatif rendah.

> Pada pemilu 2021, tingkat partisipasi pemilih hanya sekitar 55,9%, salah satu yang terendah di antara negara maju.

> Banyak warga, terutama generasi muda, merasa politik tidak relevan dengan kehidupan kehidupan sehari-hari, fokus pada pekerjaan dan stabilitas pribadi.

> Media sosial seperti X menunjukkan peningkatan diskusi tentang imigrasi setelah insiden fatal (misalnya, pembunuhan di Shinjuku pada Oktober 2025), tapi ini lebih reaktif daripada proaktif.

> Narasi anti-imigrasi di X, dengan tagar seperti #NoMoreForeigners, muncul setelah kasus-kasus ini, menandakan bahwa publik baru bereaksi ketika masalah sudah "meledak".

gw mau kutip bagian ini:

> Banyak warga, terutama generasi muda, merasa politik tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari, fokus pada pekerjaan dan stabilitas pribadi.

Dan yang terjadi justru kebalikannya,

Realitanya pun membuktikan bahwa, Politik benar-benar bisa merubah / berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Justru karena kebanyakan anak muda tidak berpikir kritis soal itu, Inilah fase Akibatnya.

budaya-budaya kayak JAV yang masih tetap dipertahankan sampai sekarang,

Beberapa tahun lalu, Udah teriak soal birth rate mereka yang makin turun dari tahun ke tahun.

Dan yang paling tolol lagi menurut gw, Mereka masih biarin obat aborsi numpang lewat.

Ga bakalan paham gw kenapa mereka masih biarin budaya mereka memakan diri mereka sendiri

justru itulah yang menelan mereka hidup-hidup.

Jepang ini ga bakalan gw pahami sama sekali

Tapi ya.

Udahlah

biarin ditelan hidup-hidup kalau masih gada yang mau gerak & minding themselves

Bisa gw jamin kalau negara Jepang ga bakalan bertahan selama 12 tahun kedepan kalau gada perubahan masif

I guess it's just another wheel of "getting incomes at any cost"

mungkin.

karena gw lihat cara mereka begitu

income lewat JAV, lalu lewat imigran India yang hanya menguntungkan pekerja luar daripada anak muda karena perusahaan bisa membayar dengan gaji rendah.

it's basically "getting money at all cost"

Harga hidup juga ga berubah

so

here comes Japan swallowing it's own future and we all just witness it

“let’s see how long we survive before kita menelan diri sendiri.”

sekarang

yang kita petik:

- budaya buruk yang masih dipertahankan, apalagi tindakan mereka yang justru memperparah apa yang sudah mereka lalui adalah sebuah racun baru yang mereka buat sendiri.

- anak muda tidak banyak belajar sisi lain dari hidup, ataupun penyebab kenapa lingkungan hidup mereka seperti ini. pandangan mereka terhadap politik juga memengaruhi hal ini, dan sayangnya, mereka tidak menyadari hal tersebut.

- politik mereka mungkin terlihat tidak memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari secara garis besar, namun justru melahap mereka secara pelan-pelan tanpa mereka sadari dengan langkah-langkah yang diambil.

gaji disana tidak mencukupi untuk harga hidup, dan itulah kenapa, lu liat banyak wanita yang justru bekerja jadi artis JAV karena pendapatannya yang justru lebih besar daripada menjadi gadis kantoran pada umumnya

Dan karena tidak ada langkah yang diambil untuk memperbaiki masalah-masalah yang sudah ada,

yang ada adalah kita menyaksikan masalah-masalah tersebut sekarang melahap mereka dengan pelan-pelan.

Reply to this note

Please Login to reply.

Discussion

Yonle:

industri-industri dari Jepang yang lu lihat saat ini adalah salah satu dari "get money at all cost"

walau sifatnya kelihatan sempurna,

sebenarnya itulah coping mechanism.

pereda, penjinak, apapun itu

gw langsung tunjukkan aja salah satu contohnya.

Industri Idol, Anime, Manga, Tokusatsu, Musik, Game, Elektronik, dan semacamnya adalah beberapa contohnya.

secara artistik, gada salahnya.

namun disisi lain,

ini adalah salah satu penyebab kenapa anak muda di Jepang pada ga maju-maju di segi pemikiran kritis, apalagi menghadapi masalah masa kini, termasuk politik itu sendiri.

Karena jika kamu lihat, Setiap medium yang dibuat oleh industri-industri ini kebanyakan adalah mass produced.

Jika mass produced, Makin populer pula animenya

Namun justru literasi tentang pemikiran kritis makin berkurang.

Yonle:

Sebelum lu buka mulut,

Lu musti tau kalau pekerja-pekerja yang ada di industri-industri yang gw sebut itu 99% underpaid.

Dan kebanyakan dieksploitasi

Karya yang lu lihat mungkin seperti sempurna, Di balik layar adalah artis-artis yang menggambar seindah mungkin walau gaji mereka sebenarnya rendah sekali.

lu lihat animenya jelek atau ada filler

kalau animenya kacau balau sampe publik ga suka,

gaji mereka makin diturunkan sampe ga bisa bayar kontrakan sebulan

itulah eksploitasi. ga banyak yang sadar.

Yonle:

toh.

"Jepang itu negara maju" kan?

kan?

Kalau banyak anak muda ga paham atau mau tau soal politik, apakah masih bisa disebut "maju"?

kalaupun kita bisa sebut "maju", mungkin itu hanya merujuk pada beberapa sektor.

secara ekonomi?

jangan lihat saham atau pendapatan negaranya.

coba tanya sama warga.

Jepang itu lagi sakit.

Yonle:

sekarang

gw penasaran

sebelum 12 tahun kedepan

kira-kira siapa yang akan membangunkan anak muda untuk membuat perubahan?

hanya bisa nyimak.

ngga punya tujuan hidup

bagaimana mau punya disana? lu mau begini, atau begitu, hasilnya tetap 1.

ga heran kalau banyak yang milih membungkam diri mereka sendiri.