Jikalau iya tidak cacat, Kenapa beberapa coverage di wilayah Sumatra disensor / dihapus? Bencana aja harus disensor karena "akan disalahgunakan"? Sebelum ada yang mau salahgunakan, Pemerintahan sendiri sudah menyalahgunakan power yang mereka miliki sebelum netizen bandel bertindak semena-mena (Disini gw menuju ke beberapa akun "berita" di sosmed yang bahkan bukan merupakan liputan asli).
Ditambah lagi, Kenapa mulai ngalihkan dari Sumatra ke Papua? Narget sawit lagi ke Papua, **Ga mau belajar ta**?