Avatar
Annasahmad
bdfcd85152ff3ad1b953e7bfce5c10af560998d1eccc05f51a81388c06127a50
Happy Ikigai

Get ready for 2 big event in December 2025

ini true banget sih....

dan ternyata memang ada riset-nya kenapa hal ini bisa terjadi

Koyo & Bitcoin: Your Grandma Was a Cypherpunk All Along

Every Indonesian kid knows: back pain? Grandma slaps on a koyo—no doctor, no permission, just relief. Sound familiar?

Koyo is self-custody in analog form: camphor, menthol, adhesive, and your skin. No gatekeepers. Just peer-to-peer healing.

Bitcoin is the same: math, cryptography, and your wallet. No bank, no approval—just sovereignty.

Both are permissionless. Nenek didn’t wait for Big Pharma. Bitcoiners don’t wait for central banks. They act.

Koyo works locally—right where it hurts. Bitcoin works globally—right in your control. Neither needs middlemen, fees, or waiting.

Koyo won’t fix the world—just you. Bitcoin won’t fix everything—just your money. Sometimes, that’s enough.

Big Pharma tolerates koyo: too cheap ($1), too fast (20 mins), too decentralized (anyone can make it).

Banks tolerate Bitcoin: too cheap (Lightning), too fast (10 mins), too open (anyone can run a node).

Both thrive because demand rises from below—not permission from above.

Grandma never read Satoshi—but she knew: if you have the right tools, you don’t need authority to solve your problems.

She trusted camphor over opioids. Bitcoiners trust math over money printers. Same energy. Different pain.

Koyo sticks for 8 hours—trustless, automatic relief.

Bitcoin runs 24/7—trustless, automatic security.

Why depend on institutions when the solution can stick to you—literally or digitally?

So next time Grandma offers koyo, take it. Not just for your back—but as a reminder:

self-sovereignty isn’t a buzzword. It’s what she practiced every time she chose independence over permission.

She was peer-to-peer before it was cool.

And she’d probably get Bitcoin faster than your banker ever will.

#bıtcoin #bitcoinbook #ebooks #bitcoinwriter #bitcoinwriters #bitcoiners #bitcoincommunity #bitcoindaily

I love salonpas 😃

Harga bitcoin saat ini termasuk "murah" lho....

Jangan menyembah bitcoin.

bitcoin itu hanyalah IKHTIAR manusia untuk membuat hidup yang lebih baik.

solusi baru untuk dunia yang lebih ADIL

bitcoin bukan sekedar menciptakan uang elektronik untuk "medium of exchange".

tetapi uang yang lebih fair, lebih SEHAT (sound money) di era internet.

yang mungkin dulu disepakati dengan EMAS fisik.

langka secara absolut, tahan sensor, dan bebas dari kendali pihak ketiga.

Langka = hanya 21 juta koin = bebas INFLASI

Tahan SENSOR = semua punya hak menerima-mengirim dan verifikasi di blockchain

Bebas dari pihak ketiga = mekanisme proof-of-work yang terdesentralisasi (GOTONG-ROYONG)

sebenarnya lagi....

1. kalau pemerintah baik, tidak KORUP, penegakan HUKUM bener. I'm happy using and save fiat

2. kalau pemerintah KOMIT menjamin fiat dengan emas seperti komitmennya dulu. I'm happy using and save fiat

dan mungkin kalau 2 hal diatas ada,

bitcoin tidak ada....

bagaimana nanti jika bitcoin dikuasai institusi besar / negara?

itu bagus. karena BUKTI bitcoin dipercaya sebagai asset berharga.

dan sekali lagi...

bitcoin tidak sempurna, mungkin kedepan ada bentuk uang baru

bitcoin hanyalah usaha manusia membuat dunia lebih baik

bitcoin adalah alat. bukan tujuan.

jangan menyembah bitcoin

Dulu kita percaya bank karena tak punya pilihan lain. Sekarang, kita punya Bitcoin — dan kita punya pilihan

Crash -11% dalam 30 menit bukan "Kehancuran" Bitcoin.

Ini Adalah Ujian Bagi Pemegangnya.

Jaringan Bitcoin itu sendiri—kemampuannya untuk memproses transaksi tanpa izin dan tanpa bisa dihentikan—sama sekali tidak terpengaruh oleh harga.

Blok-blok baru tetap ditambang kira-kira setiap sepuluh menit.

Apa yang kita lihat adalah fluktuasi nilai tukarnya terhadap mata uang fiat yang tidak sehat.

Ini adalah cerminan dari psikologi pasar, bukan kegagalan teknologi Bitcoin.

Kita bisa belajar banyak, dan disinilah pemisahan pemegang jangka panjang (hodlers) dari spekulan jangka pendek.

persiapkan kapal mu dalam 5 tahun ini....

kenapa 0,1 BTC?

karena hitungan nisab zakat maal itu 85 gram emas.

estimasi nilai nya saat ini sekitar Rp. 175.000.000.

ya kalau pakai BTC saat ini nilainya sekitar 0,1 BTC.

ituh.....

Menyimpan Bitcoin dengan aman memerlukan kompetensi teknis dan kehati-hatian. Ingat "investasi pertama Anda seharusnya bukan membeli bitcoin, tetapi meluangkan waktu untuk memahami cara membeli, menyimpan, dan memiliki bitcoin dengan aman".

Sifat Bitcoin yang melekat adalah bahwa pengetahuan semacam itu tidak dapat didelegasikan atau dialihdayakan. Tidak ada alternatif selain tanggung jawab pribadi. Hal ini menjadi penghalang besar bagi adopsi massal.

Untuk gabung kelas private self custody : wa.me/628123536872

yuk di order....

congratulation.

Bitcoin ATH!

Kamu all in?

atau diversifikasi?

tapi....

Saylor maupun Jack Mallers itu.....

Ceritanya Gitu-gitu Aja, Gak Pernah Ganti

- 2011: Bitcoin nyentuh $30, eh anjlok ke $2.

"Tuh kan, gue bilang juga apa. Bubble doang."

- 2013: Bitcoin nembus $1,000, terus longsor ke $200.

"Fix, kali ini sih bubble beneran."

- 2017: Bitcoin to the moon ke $20,000, terus terjun bebas ke $3,000.

"Oke, kelar idup lo. Wassalam."

- 2021: Bitcoin nyampe $69,000, eh dibanting ke $15,000.

"Crypto winter, guys. Udahan lah, game over."

- 2025: Bitcoin udah di atas $110,000 dan orang-orang yang sama masih aja bilang...

"Coba dulu gue serok pas di $15,000, nyesel banget."

Ya gimana, namanya juga human nature. Gak akan pernah berubah.

"Orang tuh demennya FOMO di pucuk, terus panic sell pas di jurang."

Terus mereka kayak ngarang cerita baru di kepala mereka, ngeyakin-in diri sendiri kalo mereka tuh actually smart enough buat serok pas lagi dip. Padahal dip itu cuma keliatan gampang pas kita liat ke belakang.

Pas kejadian real-time, rasanya tuh kayak dunia mau kiamat, literally.

Tapi yuk kita cek satu rahasia :

Para sultan Bitcoin itu basically gak pernah coba-coba nebak market. Mereka tuh deeply understand the fundamentals:

- Suplainya terbatas, which is kebalikannya dari duit fiat yang dicetak mulu.

- Jaringan yang makin solid dengan mining dan node yang makin lama makin gokil.

- Siklus adopsi teknologi 50 tahunan.

CATET :

Mereka beli Bitcoin bukan karena harganya lagi murah, tapi karena value proposition-nya tuh obvious banget.

Mereka tuh bukan trading. Mereka itu accumulating. Ngumpulin.

Sementara yang lain sibuk nungguin momen "pas" buat masuk, which is momen itu gak pernah dateng.

Nih, Gue Jamin Abis Ini Bakal Kejadian Lagi:

Bakal ada dip lagi. Crash lagi. "Crypto winter" lagi.

Dan bakal ada lagi orang-orang yang bilang "kali ini beda ceritanya" dan "serius, kali ini beneran mati."

Tapi fundamentalnya malah makin solid:

- Para paus dan institusi gede tetep aja nyicil.

- Adopsi sama pemerintah makin kenceng.

- Sistem keuangan konvensional makin hari makin ambyar.

Sementara itu, investor ritel bakal gitu-gitu aja, nungguin momen yang pas buat masuk.

Padahal, momen yang paling pas itu ya pas lo pertama kali tau soal Bitcoin. Berapapun harganya.

Because kalo lo ngerti KENAPA Bitcoin itu ada, harga yang naik turun gila-gilaan itu jadi a little bit irrelevant.

Orang yang sekarang bilang "Coba dulu gue beli pas harga $1" nanti bakal bilang "Nyesel gue gak beli pas $100,000" waktu harganya nyentuh $1 juta.

Dan mereka bakal bilang "Andai gue beli di $1 juta" pas harganya udah $10 juta.

Basically, karena mereka gak ngerti Bitcoin itu actually apaan. Mereka cuma liat pergerakan harga doang.

Pertanyaannya bukan soal Bitcoin bakal lebih tinggi gak dalam 5 tahun ke depan.

Pertanyaannya itu:

1. Lo bakal jadi tim yang ngerti fundamentalnya dan terus nyicil di tengah volatilitas?

2. Lo bakal jadi tim yang at the end of the day masih bilang, "Coba aja dulu gue beli pas harganya 'cuma' $110,000"?

Kalau kamu umur 30–50 tahun, hal apa yang menurut kamu diperlukan jalan keluar-nya?

1. Tanggung jawab makin besar (anak, keluarga, cicilan).

2. Inflasi bikin harga kebutuhan naik terus.

3. Gaji dan usaha kadang terasa kejar-kejaran sama pengeluaran.

4. Punya aset penting, tapi bingung cara jaga nilainya di masa depan.

Dan di tengah semua itu, ada “si bandel” bernama ______.

Prepare yourself :

- Miliki kedaulatan financial, simpan di hard asset : Bitcoin.

- Miliki skill yang diperlukan banyak orang dan orang bersedia membayar

- Jangan banyak utang, hidup sederhana, dan punya cadangan penghasilan

- Jaga kesehatan fisik (olah raga, makan, meditasi) dan mental

- Belajar mandiri : kuasai pertanian, peternakan, dan energi alternatif (solar, hydro)

- Belajar teknologi, miliki akses internet dan jaga privasi

- Bangun komunitas yang bisa saling bantu.

- Siapkan rencana darurat (kabur, kemana?) bahkan kalau perlu paspor negara lain.

Persiapkan dirimu kalau dunia sedang banyak perubahan dan krisis besar :

- Simpan sebagian kekayaan dalam bentuk yang sulit disita (misalnya Bitcoin).

- Jangan banyak utang, hidup sederhana, dan punya cadangan penghasilan.

- Siapkan rencana darurat, bahkan kalau perlu paspor negara lain.

- Jangan terlalu tergantung pada opini publik atau politik.

- Belajarlah mandiri: bisa tanam makanan, paham teknologi, jaga privasi, dan rajin membaca.

- Bangun komunitas yang bisa saling bantu.

- Selalu waspada dan punya rencana ke depan.

Berapa bitcoin yang kamu perlukan untuk pensiun?

ada juga Indonesia lho....

PS. Feel free to support sats 🙏

"The Crypto Anarchist Manifesto" oleh Timothy C. May tahun 1988 adalah salah satu kunci lahirnya bitcoin.

Bitcoin sebagai Realisasi Praktis: Manifesto ini mengimpikan sebuah sistem di mana individu dapat bertransaksi secara anonim tanpa perlu izin dari otoritas pusat seperti bank atau pemerintah. Bitcoin, yang diluncurkan dua dekade kemudian, adalah implementasi teknis pertama yang berhasil dari ide ini. Ia adalah "uang tunai elektronik peer-to-peer" yang memungkinkan transaksi tahan sensor di luar sistem keuangan tradisional.

Menantang Monopoli Negara: kriptografi akan melumpuhkan kemampuan negara untuk "memungut pajak dan mengontrol interaksi ekonomi". Bitcoin melakukan persis hal ini. Meskipun tidak sepenuhnya anonim (melainkan pseudonim), ia memberikan individu alat untuk menyimpan dan memindahkan nilai di luar jangkauan langsung pemerintah, menantang monopoli negara atas uang.

Properti Digital yang Sejati: ibarat "pemotong kawat" yang membongkar pagar "kawat berduri" di sekitar kekayaan intelektual sangat relevan. Bitcoin menciptakan bentuk properti digital pertama yang benar-benar langka dan dapat dimiliki secara absolut oleh individu melalui kunci privat. Anda tidak meminta izin untuk memilikinya; kepemilikan Anda diamankan oleh matematika, bukan oleh sistem hukum.

Bitcoin masih bullish saat ini sampai sebelum piala dunia 2026.

.

Exit, buat persiapan belanja lagi.

Start DCA November 2026

.

ini cuma konten hiburan.

.

'Bom Waktu' Ekonomi RI: Inflasi Gila-gilaan Ancam Tabungan Anda Jika Stimulus Tidak "Amanah".

Pak Menteri Keuangan Purbaya optimis dengan pemerintah yang menyuntikkan likuiditas atau uang dalam jumlah masif ke dalam sistem ekonomi.

Uang pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) disalurkan melalui kredit perbankan ke sektor riil. Harapannya, bisnis akan berekspansi, daya beli meningkat, dan pasar saham akan naik pesat.

tapi disisi lain.....

kita perlu juga mengenal risiko "mencetak uang" secara tidak langsung :

- Jika penyaluran kredit ini tidak efektif atau terjadi kredit macet, dan pemerintah terus membutuhkan dana besar, BI pada akhirnya harus menyerap surat utang negara.

- Ini akan membanjiri pasar dengan Rupiah, yang dalam 3-5 tahun ke depan berpotensi memicu inflasi yang sangat tinggi (hyperinflation) dan anjloknya nilai tukar Rupiah.

Kita sedang menuju sebuah era di mana jumlah uang Rupiah yang beredar akan meningkat secara signifikan. Dalam jangka pendek (1-2 tahun), ini bisa memicu pertumbuhan ekonomi dan euforia ekonomo baik retail, ataupun asset seperti property, saham, emas dan pasar modal.

Namun, dalam jangka panjang (3-5 tahun), risikonya adalah devaluasi nilai Rupiah dan inflasi yang menggerus kekayaan.

.

Kita bagaimana?

Carilah strategi yang harus diambil adalah memanfaatkan momentum pertumbuhan jangka pendek sambil membangun pertahanan yang kokoh terhadap risiko inflasi jangka panjang.