nostr:npub1cmkcsmxcfzmpdwsvu6twt97c6ryv7vdvwmtrv2g0nqlcxhd0mnzqedyju9 nostr:npub1n2qlann5prqvafx7wzaah6rqnc5neqqfjepur8xhxr3jrhzkge6spxrphq nostr:npub1tg5v9u3w77qxuvvnu70gd42m6jqgeku3k97dvxe78n79atjhuu9s3c0wss nostr:npub16zjnfea3t5kfu2dt24jy6068k84c4k7v4j4dxqm5whlffd6hvy0sh7fl4u nostr:npub183cnzpxwf0ckf9mgtkphhr3ct45lt6q9slx7vlv8dn9lcdn5lrkqw9t9qy nostr:npub1jtwp4qyflsjl6wdan7tte0gnrp4xa28c82dpltfqzt2phkklgelsmy87rq sebetulnya masalah infrastruktur di Indonesia itu gk hanya korupsi, tpi yg paling besar ya geografi Indonesia. Tidak hanya pegunungan, tetapi pulau2 & laut2. Blom lgi posisi Indonesia yg bertemu di 2 Ring of Fire, 2 Benua & 2 Samudera.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, jdi sangat wajar jika pembangunan itu sangat banyak sekali tantangannya dan akan terasa sangat sulit apalagi jika PEMDA nya gk bsa diajak KERJASAMA.

Beda dgn negara daratan negara2 maju spt China, Eropa, & Amerika yg sangat lebih mudah ngaturnya dibandingkan Indonesia. Apalagi negara kek Eropa yg besarnya itu ya paling satu atau 2 provinsi Sumatera aja. Gede bgt Indonesia coy :0230:

Indonesia kalau pempus mau sidak aja, harus kirim orang pake pesawat. Sementara negara daratan kalau mau sidak pake mobil aja pun bsa, kalau mau cpt bsa pake kereta spt di China yg mana lebih mudah & lebih hemat biaya.

Jdi ya benar apa kata Bang Sandy, banyak sekali tantangannya. Yg utama memang itu.

Geografi

Biaya

Korupsi

Yg gk kalah pentingnya adalah inisiatif PEMDA.

langkah terbaik yang orang biasa indonesia bisa lakukan adalah, menjual apa yang bisa dijual dan menukarkannya dengan bitcoin. kalau tanah kamu "dirampas" dan "dibeli" untuk pertambangan, penggusuran atau apapun karena proyek2 infrastruktur pemerintah, segera tukarkan dengan bitcoin. jangan simpan dalam bentuk yg lain apalagi dalam bentuk uang pemerintah.

hanya bitcoin aset berharga sebenarnya yang akan melindungi kekayaanmu.

👀 👇

nostr:note1zyjq0ul75xcdnffr2xxa2s8uxhd3n8rz0cks60wz7ed3eu7js95qq6f5t7

Reply to this note

Please Login to reply.

Discussion

nostr:npub1cdy4mhznq7dex8u8ylnlws5vj0ckzgnxyyxq4h87pyk8m6s0pf3ssspdkl nostr:npub1n2qlann5prqvafx7wzaah6rqnc5neqqfjepur8xhxr3jrhzkge6spxrphq nostr:npub1cmkcsmxcfzmpdwsvu6twt97c6ryv7vdvwmtrv2g0nqlcxhd0mnzqedyju9 nostr:npub183cnzpxwf0ckf9mgtkphhr3ct45lt6q9slx7vlv8dn9lcdn5lrkqw9t9qy nostr:npub1tg5v9u3w77qxuvvnu70gd42m6jqgeku3k97dvxe78n79atjhuu9s3c0wss nostr:npub16zjnfea3t5kfu2dt24jy6068k84c4k7v4j4dxqm5whlffd6hvy0sh7fl4u nostr:npub1jtwp4qyflsjl6wdan7tte0gnrp4xa28c82dpltfqzt2phkklgelsmy87rq ini adalah masalah "melek" investasi/keuangan. Literasi keuangan di Indonesia itu sangat kurang. Jgnkan ttg keuangan, ttg literasi saja Indonesia masih kurang(termasuk gw sih sejujurnya :0040: ).

Tpi ya minimal usaha, apalagi soap duit. Kadang org udh tau kurang literasi, malah makin dibiarin aja, gk mau cari tau knp kok "RUPIAH" seolah2 turun tiap tahun, atau jgn omongon mata uang krn terlalu kompleks, omongin harga bahan baku aja, knp naik trus. Orang mikirnya krn "Pemerintah", ya memang pemerintah bsa mempengaruhi harga pangan, padahal pemerintah hanya bbrp persen aja ngaruhnya. Krn tetap, pasar yg menentukan harga itu.

Hukum ekonomi sederhana, semakin banyak permintaan, barang sedikit, harga naik(pangan). Semakin banyak barang, permintaan sedikit, harga turun(fiat).