How about my era, huh? Well, it used banking deregulation.

Banking deregulation in 1983 and 1988 had good intentions to promote economic growth by simplifying the lending process (credit).

During those years, Indonesia faced reduced income due to falling oil prices. So, they decided to make it easier for banks to provide loans.

As a result, non-performing loans increased, corruption in the banking sector grew, and, of course, banks ran out of money (liquidity crisis).

In such a situation, coupled with the impact of the 1997 Asian Financial Crisis, Indonesia experienced hyperinflation of over 70%.

Do you remember:

"Hey, meatball seller, come here, I want to buy."

"Just one bowl for 200 rupiah..."

Now, how much does a bowl of meatballs cost?

Will a situation like the one above happen again?

Maybe not in the near future, but we can't predict the years ahead.

If not hyperinflation, then there will be inflation every year (a gradual decrease in the value of money).

Prepare for mitigation!

https://void.cat/d/4fhXFGEw5kqy3Xo9MVNqPr.webp

Reply to this note

Please Login to reply.

Discussion

playbooknya politikus fiat ga di indonesia , ga di negara lain sama saja = cara paling mudah untuk mengeruk uang rakyat dan tanpa disadari oleh rakyat adalah adalah dengan mengupayakan agar pajak tetap sama, bila perlu untuk menarik simpati dan menghindari demo pajak rakyat golongan bawah diturunkan, namun mata uang sendiri di devaluasi trus dengan cara mencetak uang (hutang).

akibatnya? sejak awal reformasi hingga sekarang. harga barang pokok trus melambung, angka stunting (kurang gizi) selalu tinggi > 20%, artinya 1 dari 5 anak indonesia mengalami stunting. selain stunting, jumlah kasus obesitas / kelebihan berat badan anak indonesia juga selalu naik setiap tahunnya.

mungkin ada benarnya anekdot orang miskin badannya gemuk gemuk bukan karena cukup gizi, namun karena kebanyakan makan gula. karena makanan yang paling murah dan paling terjangkau adalah yang mengandung gula tinggi (tepung tepungan, manis manisan, nasi putih, dst).

dan lebih sialnya lagi, setiap anak baru lahir sudah "terbebani" hutang negara sebesar 50 juta.. omg

gila memang. dibalik pesta pora ktt g20 dan hingar bingar ktt asean, masih ada saja anak indonesia kurang gizi.. dan angkanya tinggi sekali, untuk negara yang katanya sudah merdeka 78 tahun yg lalu...

nostr:note18d6lvjuyld790uyjqxpyhk27yte0r6zgxlzst8ua99hq88mlc8jsmzt8g7

Seperti Turkey ya ? menurunkan pajak ? menurunkan bunga, biar orang simpati.

Terus Turkey dapat uang dari mana?