Why is the application and imposition of KYC (know your customer) / AML (anti money laundry) which is currently very massive in all applications, especially those related to financial applications, a crime / criminalization of society?
The answer is because through the neglect of KYC implementation by the state, the state logically alleges that all individuals are lawbreakers or guilty aka alleging that all financial app users are money laundering criminals.
Since individual app users are considered as criminals, if they want to continue using the app or using financial services, they MUST PROVE their innocence by submitting their KYC data to the app manager.
This erroneous logic certainly violates the main basic principle in a democratic country, which is the presumption of innocence. As a country of law and democracy, Indonesia adheres to the presumption of innocence.
What is the presumption of innocence? It is the principle that every mistake must be proven first. Therefore, the suspect (user) cannot be forced to give testimony (KYC information) against himself or to admit his guilt and is presumed innocent until a court decision.
This erroneous and reckless application of KYC is tantamount to vigilantism = arbitrary action by law enforcement officials.
In addition to being logically flawed, the application of KYC has also been proven repeatedly to be very detrimental to the general public. Countless KYC data in Indonesia has been leaked due to the negligence of managers, and there is absolutely no responsibility or settlement that benefits users. Instead, the public is blamed by the managers of this republic.
KYC data leakage is a very fatal mistake. because once the data is leaked, it will forever be spread and cannot be repaired. Because this concerns personal data attached to each individual.
Therefore, the current KYC/AML implementation should be reviewed, and abolished because it is not in accordance with the legal principle of presumption of innocence.

Mengapa Penerapan dan pemaksaan KYC (know your customer) / AML (anti money laundry) yang saat ini sangat masif hampir di semua aplikasi khususnya yang berkaitan dengan aplikasi finansial adalah kejahatan / kriminalisasi terhadap masyarakat?
Jawabannya karena melalui pembiaran penerapan KYC yang ngawur oleh negara, logikanya negara menuduh bahwa semua individu adalah maling, pelanggar hukum dan bersalah , negara menuduh bahwa semua pengguna aplikasi finansial adalah penjahat pencucian uang.
Oleh karena individu pengguna aplikasi dianggap sebagai kriminal, maka bila ingin melanjutkan menggunakan aplikasi atau menggunakan layanan , maka HARUS MEMBUKTIKAN dirinya tidak bersalah dengan mengirimkan data KYC dirinya kepada pengelola aplikasi.
Logika yang keliru ini tentu saja telah melanggar asas dasar utama di negara demokrasi, yakni asas praduga tak bersalah. Sebagai negara hukum dan negara demokrasi, Indonesia menganut asas praduga tak bersalah.
Apa itu asas praduga tak bersalah? ialah asas dimana setiap kesalahan harus dibuktikan terlebih dulu. Oleh karena itu, tersangka (pengguna) tidak dapat dipaksa memberi kesaksian (informasi KYC )kepada dirinya sendiri atau untuk mengakui kesalahannya dan dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan.
Penerapan KYC yang keliru dan sembrono ini sama saja dengan tindakan main hakim sendiri = tindakan sewenang-wenang aparat penegak hukum.
Selain sudah cacat secara logika, penerapan KYC ini juga sudah terbukti berulang kali sangat merugikan masyarakat umum. Sudah tak terhitung seberapa banyak data KYC di Indonesia yang bocor akibat kelalaian pengelola, dan sama sekali tidak ada tanggung jawab ataupun penyelesaian yang menguntungkan pengguna. Yang ada justru masyarakat yang disalahkan oleh pengelola republik ini.
Kebocoran data KYC adalah kesalahan yang sangat fatal. karena sekali data bocor, maka akan selamanya tersebar dan tidak bisa diperbaiki. Karena hal ini menyangkut data pribadi yang melekat kepada setiap individu.
Karena itu sudah seharusnya penerapan KYC / AML saat ini harus dikaji ulang, dan dihapus karena tidak sesuai dengan asas hukum praduga tak bersalah.

π "anything with WebP"... π
nostr:note1nua075yk5wul94wg65mlwfll3t0ksclmh36lymg2pawwzv7sdnssxvmtwh
Some attendees are already planning to explore potential hydro energy mining sites besides their waterfall sightseeing tours. Join us!
ποΈ26-27 October 2023
π΄Bali, Indonesia https://video.nostr.build/a4015f64a76bab33c1cbc109623008d3b54a786963023342265e1d22a97378f6.mov

We are at Bitmainβs WDMS event in Hong Kong where the new Antminer S69 series of bitcoin mining devices has just been announced.
Theyβre a huge improvement for enviromental friendly

No matter how many times I watch this I cry with laughter πππ
π
fiat system supporter = counterfeit class
Ways the government steals your money:
- if you earn it, income tax
- if you spend it, sales tax
- if you invest it, capital gains tax
- if you start a business, profit tax
- if you give it away, gift tax
- if you die, inheritance tax
- if you save it, inflation
Good night. reminder plebs.. π
nostr:note1wl9dy4t8d79sfnuu2zkglpfpzpjdsr9r4fahh4pa83cy470pez3s3slg2d
ga di amerika, ga di argentina, ga di indonesia. sama. π
nostr:note12v252xhz2h8zwdz034ajv09nlm2qkm35gx9c4cj5szc7fjkys43qfgh8q9
Fake as F*ck π
di belahan dunia lain, wisata bitcoin.. di buat jadi paket wisata π
nostr:note1ur6g6t68a3n78gg62ae5rc88vzl4j2vn8q6vu7y79rm9js8m3p4qhh729q
bitcoin rule:
1. never back to fiat
2. see number 1
nostr:note1h7zaslls23f5kzrgkrkfkv238dsdns59ha0dr92y00nrd3my89vs82ury5
today is fasting day seven. only stack bitcoin. journey to bitcoin maximalist.

untuk infloeeecheerr kripto indonesia . FUCK YOU!
nostr:note13az47tdmq0ty2cq78l6vx0a5raqm3cm8d5je2cw7842pr906w0kqfc0k70
sepertinya semuanya akan kembali ke pendidikan. pendidikan bukan soal apakah sudah lulus sekolah atau belum. tapi kemerdekaan berpikir. karena pendidikan yang ada di sekolah saat ini hanyalah jargon belaka, tidak lebih hanyalah program propaganda pemerintah / penguasa untuk menciptakan warga negara yang patuh dan taat pada aturan dan kebenaran menurut pemerintah, namun mematikan pikiran kritis, kontra dan skeptis. sifatnya top down, dari atas kebawah.
pendidikan yang benar seharusnya menciptakan orang pintar.
apa itu orang pintar? orang pintar bukanlah orang yang mengetahui banyak hal. namun orang yang selalu mempertanyakan dan skeptis terhadap hal - hal yang sudah dia ketahui. dengan cara ini otak akan terus dipakai untuk berpikir dan tidak hanya menerima apa adanya saja dan menelan semua propaganda yang bersifat satu arah dari departemen pendidikan dan kebenaran.
seandainya banyak orang pintar menurut defini diatas, tentu tidak ada yang namanya kemiskinan dan kurang gizi di negara kaya zamrud khatulistiwa ini.
hubungannya dengan saving aset, ga akan lepas dari yang namanya uang. uang adalah hak yang didapat atas pengorbanan waktu dari seseorang. orang bekerja untuk mendapatkan uang, agar dia bisa menjual dan bertukar waktu yang dia korbankan dengan waktu yang dikorbankan oleh orang lainnya. namun sekarang lihat apa yang sudah diperbuat oleh pemerintah dan bank sentral sejak negara ini berdiri. di saat kita, orang tua, dan kakek nenek kita berlelah - lelah mengorbankan energi dan waktu untuk mendapatkan uang, mereka dengan mudahnya mencetak trilyunan rupiah hanya dengan mengedit spreadsheet tanpa pengorbanan apapun.
dampaknya apa? mereka bisa membeli waktu kita tanpa batas. inilah yang dinamakan perbudakan. karena tidak seharusnya manusia satu berkuasa dan bisa memaksakan kehendak atas manusia lainnya.
sekeras apapun usaha dan pengorbanan waktu kita, akan menjadi sia - sia ketika disimpan dalam uang yang hanya bisa dicetak dan dikontrol oleh mereka. tabungan dalam uang fiat dan aset apapun yang perlu izin / stempel pemerintah itu hanyalah ilusi, karena saat kita melawan atau berbeda pendapat, segala pengorbanan waktu kita dapat di - 0 - kan dalam petikan jari.


